SELAMAT DATANG, ... SEMOGA INFORMASI YANG ADA DI BLOG INI BERMANFAAT BAGI ANDA

Rabu, 11 November 2015

Penomoran Kisi-Kisi Pola Pikir Sistemik

 KISI-KISI UKG 2015




Salah satu ciri ilmiah : SISTEMATIS
Mungkin begini penomoran di Kisi-kisi, biar melahirkan pola pikir yg sistemik ...
Kompetensi Utama : PEDAGOGIK
Kompetensi Inti
1. Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional, dan intelektual.
Kompetensi Guru Mata Pelajaran/Paket Keahlian
1.1. Memahami karakteristik peserta didik yang berkaitan dengan aspek fisik, intelektual, sosial- emosional, moral, spiritual, dan latar belakang sosial- budaya.
Indikator Esensial
1.1.1. Menjelaskan karakteristik peserta didik yang berkaitan dengan aspek fisik, intelektual, dan sosial- emosional.
1.1.2. Mengidentifikasi karakteristik peserta didik yang berkaitan dengan latar belakang sosial budaya.
1.1.3. Menentukan karakteristik peserta didik yang berkaitan dengan aspek fisik, intelektual, dan sosial- emosional.
1.1.4. Mengidentifikasi karakteristik peserta didik yang berkaitan dengan aspek fisik, intelektual, dan sosial-emosional.
1.1.5. Mengidentifikasi karakteristik peserta didik yang berkaitan dengan latar belakang sosial budaya.
Kompetensi Guru Mata Pelajaran/Paket Keahlian
1.2. Mengidentifikasi kesulitan belajar peserta didik dalam mata pelajaran
yang diampu.
Indikator Esensial
1.2.1. Menjelaskan teori tentang kesulitan belajar peserta didik dalam menguasai pengetahuan dan keterampilan.
1.2.2. Mengidentifikasi kesulitan belajar peserta didik dalam menguasai pengetahuan maupun ketrampilan.
1.2.3. Mengidentifikasi faktor-faktor kesulitan belajar.
1.2.4. Mengidentifikasi ciri-ciri peserta didik yang mengalami kesulitan belajar.
1.2.5. Melaksanakan langkah-langkah mengatasi kesulitan belajar.
Kompetensi Inti
2. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik.
Kompetensi Guru Mata Pelajaran/Paket Keahlian
2.1. Menerapkan berbagai pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif dalam mata pelajaran yang diampu.
Indikator Esensial
2.1.1. Menjelaskan karakteristik peserta didik yang berkaitan dengan aspek fisik, intelektual, dan sosial- emosional.
2.1.2. Mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan masing-masing pendekatan pembelajaran.
2.1.3. Mengidentifikasi berbagai strategi pembelajaran dan ciri-cirinya.
2.1.4. Mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan masing-masing strategi pembelajaran.
2.1.5. Menerapkan pendekatan pembelajaran yang mendidik dan menyenangkan.
2.1.6. Menerapkan strategi pembelajaran yang mendidik dan menyenangkan.
Kompetensi Inti
3. Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran yang diampu.
Kompetensi Guru Mata Pelajaran/Paket Keahlian
3.1. Menentukan pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diampu.
Indikator Esensial
3.1.1. Mengidentifikasi model-model pembelajaran.
3.1.2. Mengidentifikasi ciri-ciri model pembelajaran.
3.1.3. Memilih model pembelajaran yang sesuai dengan tujuan.
3.1.4. Menerapkan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran.
3.1.5. Mengevaluasi penerapan pengalaman belajar.
3.2. Memilih materi pembelajaran yang diampu yang terkait dengan pengalaman
belajar dan tujuan pembelajaran.
Indikator Esensial
3.2.1. Memahami materi pembelajaran tentang materi fakta, konsep, prinsip, dan prosedur.
3.2.2. Memahami prinsip-prinsip memilih materi pembelajaran.
3.2.3. Memahami kriteria pemilihan materi pembelajaran.
3.2.4. Menguraikan langkah-langkah memilih materi pembeljaran.
3,2.5. Memilih materi pembelajaran yang sesuai dengan tujuan.
3.2.6. Menetapkan materi pembelajaran yang sesuai dengan tujuan.
3.2.7. Menerapkan materi pembelajaran yang sesuai dengan tujuan.
3.2.8. Mengevaluasi materi pembelajaran.
Kompetensi Inti
4. Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik.
Kompetensi Guru Mata Pelajaran/Paket Keahlian
4.1. Menyusun rancangan pembelajaran yang lengkap, baik untuk kegiatan di dalam kelas, laboratorium, maupun lapangan.
Indikator Esensial
4.1.1. Mengidentifikasi syarat-syarat rancangan pembelajaran.
4.1.2. Memahami regulasi tentang rancangan pembelajaran.
4.1.3. Memahami tujuan rancangan pembelajaran.
4.1.4. Memahami rumusan tujuan rancangan pembelajaran.
4.1.5. Menyusun rancangan pembelajaran sesuai denganmata pelajaran
yang diampu.
4.1.6. Mengevaluasi rancangan pembelajaran yang telah disusun.
Kompetensi Guru Mata Pelajaran/Paket Keahlian
4.2. Melaksanakan pembelajaran yang mendidik di kelas, di laboratorium, dan di lapangan dengan memperhatikan standar keamanan yang dipersyaratkan.
Indikator Esensial
4.2.1. Menjelaskan kriteria minimal guru professional dalam melaksanakan
pembelajaran di kelas, di laboratorium, dan di lapangan.
4.2.2. Menerapkan pembelajaran yang profesional di kelas, di laboratorium, dan di lapangansesuai hasil rancangan.
4.2.3. Mensimulasikan berbagai peran guru dalam pembelajaran di kelas, di laboratorium, dan di lapangansesuai standar keamanan yang dipersyaratkan.
4.2.4. Menguraikan konsep belajar mengajar sesuai keterampilan abad 21.
4.2.5. Merancang pembelajaran sesuai keterampilan abad 21.
Kompetensi Guru Mata Pelajaran/Paket Keahlian
4.3. Menggunakan media pembelajaran dan sumber belajar yang relevan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran yang diampu untuk mencapai tujuan pembelajaran secara utuh.
Indikator Esensial
4.3.1. Menjelaskan pentingnya mengembangkan media pembelajaran yang relevan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran yang diampu.
4.3.2. Menjelaskan karakteristik dan prinsip-prinsip pemilihan media pembelajaran sesuai karakteristik peserta didik dan mata pelajaran yang diampu.
4.3.3. Menjelaskan pemanfaatan berbagai sumber belajar yang sesuai
karakteristik peserta didik dan mata pelajaran yang diampu.
4.3.4. Merancang penggunaan media pembelajaran dan pemanfaatan sumber belajar yang sesuai dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran yang diampu.
4.3.5. Menggunakan media pembelajaran dan pemanfaatan sumber belajar sesuai hasil rancangan.
Kompetensi Inti
5. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan
pembelajaran.
Kompetensi Guru Mata Pelajaran/Paket Keahlian
5.1. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran yang diampu
Indikator Esensial
5.1.1. Menjelaskan pentingnya mengembangkan digital literacy skills secara global.
5.1.2. Merancang pengembangan digital literacy skills dalam pembelajaran, secara bertahap.
5.1.3. Menerapkan digital literacy skills dalam pembelajaran secara bertahap sesuai hasil rancangan.
Kompetensi Inti
6. Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki.
Kompetensi Guru Mata Pelajaran/Paket Keahlian
6.1. Menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mendorong peserta didik mencapai prestasi secaraoptimal.
Indikator Esensial
6.1.1. Menjelaskan pentingnya keterampilan belajar kritis dan inovasi untuk mendukung peserta didik mencapai prestasi optimal.
6.1.2. Merancang pengembangan keterampilan belajar kritis dan inovasi dalam pembelajaran untuk mendukung peserta didik mencapai prestasi optimal.
6.1.3. Menerapkan keterampilan belajar kritis dan inovasi dalam pembelajaran sesuai hasil rancangan.
Kompetensi Inti
7. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peseta didik.
Kompetensi Guru Mata Pelajaran/Paket Keahlian
7.1. Memahami berbagai strategi berkomunikasi yang efektif, empatik, persuasif, dan santun, secara lisan, tulisan.
Indikator Esensial
7.1.1. Menguraikan berbagai strategi berkomunikasi efektif, empatik, persuasif, dan santun secara lisan.
Kompetensi Guru Mata Pelajaran/Paket Keahlian
7.2. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik dengan bahasa yang khas dalam interaksi kegiatan/permainan yang mendidik yang terbangun secara siklikal dari (a) penyiapan kondisi psikologis peserta didik untuk ambil bagian dalam permainan melalui bujukan dan contoh, (b) ajakan kepada peserta didik untuk ambil bagian, (c) respons peserta didik terhadap ajakan guru, dan (d) reaksi.
Indikator Esensial
7.2.1. Menerapkan komunikasi efektif pada kegiatan pembelajaran.
Kompetensi Inti
8. Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar.
Kompetensi Guru Mata Pelajaran/Paket Keahlian
8.1. Menentukan aspek-aspek proses dan hasil belajar yang penting untuk dinilai dan dievaluasi sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang diampu.
Indikator Esensial
8.1.1. Mendeskripsikan secara jelas, tepat dan rinci sistem penilaian acuan.
8.1.2. Menjabarkan secara jelas dan rinci aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam sistem penilaian proses dan hasil belajar.
8.1.3. Membedakan secara jelas dan rinci berbagai teknik dan bentuk instrumen penilaian hasil belajar.
Kompetensi Guru Mata Pelajaran/Paket Keahlian
8.2. Mengembangkan instrumen penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar.
Indikator Esensial
8.2.1. Mengidentifikasi teknik dan bentuk instrumen penilaian hasil belajar yang tepat dan sesuai untuk materi pelajaran yang diampu, baik untuk
ranah sikap, pengetahuan maupun keterampilan.
8.2.2. Menentukan teknik dan bentuk instrumen penilaian hasil belajar yang tepat dan sesuai untuk materi pelajaran yang diampu, baik untuk ranah sikap, pengetahuan maupun keterampilan.
8.2.3. Menyusun berbagai instrumen penilaian hasil belajar yang telah ditentukan sesuai dengan materi pelajaran untuk ranah sikap, pengetahuan dan keterampilan.
Kompetensi Guru Mata Pelajaran/Paket Keahlian
8.3. Melakukan evaluasi proses dan hasil belajar.
Indikator Esensial
8.3.1. Menggunakan instrumen penilaian hasil belajar yang tepat dan sesuai untuk materi pelajaran yang diampu baik untuk ranah sikap, pengetahuan maupun keterampilan.
8.3.2. Mengolah/menganalisis penilaian proses dan hasil belajar sesuai dengan standar, kriteria dan sistem yang ditetapkan.
8.3.3. Melaporkan hasil analisis terhadap penilaian proses dan hasil belajar.
Kompetensi Inti
9. Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran.
Kompetensi Guru Mata Pelajaran/Paket Keahlian
9.1. Menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk menentukan ketuntasan belajar.
Indikator Esensial
9.1.1. Menganalisis hasil penilaian pembelajaran.
9.1.2. Menafsirkani hasil penilaian pembelajaran.
9.1.3. Menggunakan hasil analisis penilaian untuk menentukan ketuntasan belajar.
Kompetensi Guru Mata Pelajaran/Paket Keahlian
9.2. Menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk merancang program remedial dan pengayaan.
Indikator Esensial
9.2.1. Menganalisis hasil penilaian untuk mengidentifikasi topik/kompetensi dasar yang sulit sehingga diketahui kekuatan dan
kelemahan masing‐masing peserta didik untuk keperluan remedial dan pengayaan.
9.2.2. Merancang program remedial bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar minimal dalam kompetensi tertentu.
9.2.3. Merancang program pengayaan bagi peserta didik yang telah mencapai ketuntasan belajar.
Kompetensi Inti
10. Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran.
Kompetensi Guru Mata Pelajaran/Paket Keahlian
10.1. Melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan.
Indikator Esensial
10.1.1. Menentukan bagian-bagian pembelajaran yang memerlukan perbaikan.
10.1.2. Merancang langkah-langkah perbaikan.
10.1.3. Memanfaatkan masukan dari peserta didik dan merefleksikannya untuk meningkatkan pembelajaran selanjutnya.
10.1.4. Memanfaatkan hasil penilaian sebagai bahan penyusunan rancangan pembelajaran yang akan dilakukan selanjutnya.
10.1.5. Mengembangkan diri secara terus menerus untuk meningkatan profesionalisme sebagai pendidik.
Kompetensi Guru Mata Pelajaran/Paket Keahlian
10.2. Melakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dalam mata pelajaran yang diampu..
Indikator Esensial
10.2.1. Memahami teori penelitian tindakan kelas.
10.2.2. Mengidentifikasi permasalahan dalam pelaksanaan pembelajaran pada mata pelajaran yang diampu
10.2.3. Merencanakan penelitian tindakan kelas.
10.2.4. Melaksanakan penelitian tindakan kelas.
10.2.5. Melakukan refleksi terhadap proses dan hasil pelaksanaan tindakan dan hasilnya untuk memperbaiki rencana tindakan pada siklus berikutnya untuk meningkatkan hasil yang lebih baik.
10.2.6. Mengevaluasi hasil Penelitian Tindakan Kelas.
10.2.7. Menyusun Laporan Penelitian Tindakan Kelas.

Sabtu, 17 Oktober 2015

7 Kebiasaan yang Membuat Kita Tidak Bahagia



“Kehidupan yang bahagia tidak membutuhkan banyak hal; 
semuanya ada pada dirimu sendiri, yaitu melalui cara berpikirmu.” 
– Marcus Aurelius


Berbagai kondisi yang sedang dialami bisa membuat hidup kita terasa tidak bahagia. Tapi sebagian – dan seringkali sebagian besar –
 ketidakbahagiaan yang kita rasakan justru datang dari cara berpikir, perilaku, dan kebiasaan kita sendiri.

Dalam thread ini, ada 7 kebiasaan buruk yang seringkali kita lakukan tanpa sadar, yang bisa membuat kita tidak bahagia. Tapi jangan khawatir, ane akan share juga cara untuk mengatasi kebiasaan-kebiasaan ini.

1. Berusaha untuk selalu sempurn.

Apakah hidup harus sempurna dulu baru kamu bisa bahagia? Apakah kamu harus selalu bertindak secara sempurna dan memperoleh hasil yang sempurna dulu baru bisa bahagia?

Yaah kalau kamu menganggap begitu sih kayaknya mau bahagia saja susah ya.. Kalau terbiasa menetapkan standar yang tinggi dan tidak masuk akal untuk segala hal, nanti malah jadinya kamu yang merasa rendah diri dan merasa tidak pernah cukup baik meskipun sebenarnya kamu sudah melakukan banyak hal yang luar biasa. Segala hal yang kamu lakukan terasa tidak memuaskan, kecuali mungkin ada momen tertentu dimana kamu pernah mengalami satu masa yang benar-benar sempurna.

2. Hidup dalam lingkungan yang penuh dengan bisikan-bisikan negatif.

Kita tidak pernah benar-benar hidup sendirian. Dengan siapa kita bersosialisasi, apa yang kita baca, lihat, dan dengar memiliki pengaruh besar terhadap perasaan dan cara berpikir kita.

Sangat sulit untuk menjadi bahagia bila kamu membiarkan dirimu tenggelam dalam banyak bisikan negatif yang ada di sekitar kita. Bisikan-bisikan yang bilang bahwa sebagian besar hidupan terdiri dari masa-masa tidak bahagia, hal-hal yang berbahaya, dan dipenuhi banyak ketakutan dan keterbatasan. Bisikan-bisikan tersebut melihat hidup dengan sudut pandang yang negatif.

3. Terlalu sering terjebak di masa lalu dan masa depan.

Menghabiskan banyak waktu mengingat berbagai hal di masa lalu seperti memori dan pengalaman yang menyakitkan, konflik yang pernah terjadi, atau kesempatan bagus yang hilang cuma akan menambah rasa sakit saja. Selain itu, menghabiskan banyak waktu memikirkan masa depan secara negatif, misalnya cemas akan hal buruk yang mungkin terjadi di pekerjaanmu, paranoid takut hubunganmu dengan pasangan, keluarga atau teman tidak berjalan lancar, takut memikirkan masalah kesehatan juga bisa berujung pada berbagai skenario menyeramkan yang terus kita bayangkan dalam kepala. Tidak berada di masa kini, saat semuanya tengah terjadi, bisa membuat kita melewatkan banyak hal yang menakjubkan.

Dan ini kondisi yang tidak baik kalau kamu ingin bahagia.

4. Membandingkan diri dan kehidupanmu dengan milik orang lain.

Satu kebiasaan yang paling umum dan cenderung merusak adalah terus-menerus membandingkan diri dengan orang lain. Kamu membandingkan mobil, rumah, pekerjaan, sepatu, tas, kekayaan, percintaan, kehidupan sosial, popularitas, dll. Dan ujung-ujungnya jadi ga pede dan kamu jadi banyak merasa negatif.

5. Terlalu memikirkan detil negatif yang terjadi dalam hidupmu.

Selalu melihat aspek negatif dari hal-hal yang terjadi padamu dan berkutat di dalamnya akan membuatmu tidak bahagia dan bisa membuat mood orang-orang di sekitarmu juga menjadi jelek.

6. Membatasi hidup karena kamu menganggap bahwa
dunia berpusat pada dirimu
.

Kalau kamu berpikir bahwa jalannya dunia bergantung dan berpusat padamu, dan makanya kamu jadi banyak menahan diri karena takut akan perkataan orang lainterhadapmu saat kamu mencoba hal-hal yang berbeda atau baru, well itu artinya kamu sedang membatasi hidupmu sendiri. Kenapa? Karena kalau hal tersebut membuatmu jadi lebih tidak berani mencoba hal baru atau melakukan hal-hal yang sebenarnya selama ini sangat kamu inginkan, artinya ada yang salah.

Saat orang lain menyampaikan kritik atau hal negatif terhadapmu, jangan berpikir bahwa itu selalu berarti kamu telah melakukan kesalahan (karena bisa saja orang tersebut yang sedang mengalami hari yang menyebalkan, atau kamu sendiri yang ternyata mengasumsikan bahwa orang lain menyalahkanmu atas suatu hal). Apalagi kalau kita orang yang cenderung pemalu, biasanya terbiasa berpikir kalau orang lain selalu memperhatikan segala tindak-tanduk dan perkataan kita.

7. Terlalu mempersulit hidup.

Hidup bisa menjadi sangat rumit hingga menyebabkan stress dan ketidakbahagiaan. Tapi seringnya hal ini terjadi karena kelakuan kita sendiri. Yup dunia memang semakin lama makin kompleks, tapi bukan berarti kita tidak bisa membuat kebiasaan baru yang membuat hidup lebih sederhana.

Secara sadar ataupun tidak sadar, kita masing-masing pernah terjebak di salah satu kebiasaan ini. Kabiasaan-kebiasaan yang membuat diri kita terbatas dan jadi gak bahagia.

Apa and masih punya kebiasaan-kebiassaan diatas? 
Yang mana yang kamu sadari di dirimu sendiri?